Lambang Pataka Komando Daerah Militer ( Kodam ) Bukit Barisan

23:29
Sejarah kelahiran Kodam I/Bukit Barisan tidak dapat dilepaskan dari sejarah Kemerdekaan Republik Indonesia yang diploklamirkan pada tanggal 17 Agustus 1945. Kelahiran Kodam I/BB pada awalnya disemangati oleh keinginan untuk mempertahankan kemerdekaan RI. Pada saat yang sama Pemerintah RI yang masih seumur jagung tersebut membuat kebijaksanaan tentang pentingnya menghimpun seluruh potensi kekuatan nasional. Dalam kerangka inilah lahir bandan-bandan kelaskaran dan Tentara Keamanaan Rakyat yang pada gilirannya berkembang menjadi Tentara Republik Indonesia. Selanjutnya Tentara Republik Indonesia ini berubah menjadi Tentara Nasional Indonesia.
Kelahiran Kodam I/BB tentu saja melalui proses yang cukup panjang. Berbagai macam rintangan telah dilewati pejuang-pejuang RI. Diawali dengan perang kemerdekaan sampai pada era perjuangan mempertahankan Negara Kesatuan RI. Setelah adanya pengakuan pemerintah Belanda kepada Pemerintah RI, maka seluruh kekuatan bersenjata yang berada di Sumatera Utara dihimpun menjadi Komando Tentara Teritorium Sumatera Utara (Ko T.T/SU). Peristiwa ini terjadi pada tahun 1950. Dari sinilah cikal bakal lahirnya Kodam I/BB.
Tanggal 17 Agustus 1945 menjadi hari yang paling bersejarah dalam perjalanan bangsa Indonesia. Pada waktu itu Soekarno dan Moh. Hatta atas nama Bangsa Indonesia memproklamirkan kemerdekaan RI di Pegangsaan Timur 56 Jakarta. Disebabkan alat komunikasi, berita kemerdekaan tersebut tidak serta merta sampai kedaerah-daerah. Rakyat di Sumatera Timur kala itu, baru mengetahui Indonesia telah merdeka pada tanggal 30 September 1945.
Persoalan berikutnya yang dihadapi bangsa Indonesia adalah bagaimana mempertahankan kemerdekaan RI yang telah diraih dengan tetesan darah para pejuang. Salah satu upaya yang paling dilakukan adalah dengan menghimpun berbagai kekuatan rakyat. Dibentuklah berbagai badan seperti Barisan Pemuda Indonesia (BPI) dan Badan Kebaktian Indonesia (BKPI). Dalam upaya menghimpun kekuatan bersenjata pada tanggal 10 Oktober 1945 terbentuklah Tentara Keamanan Rakyat (TKR) yang dipimpin oleh Ahmad Tahir. Bersamaan dengan itu lahir pula Badan Kelaskaran Rakyat.
Dengan segala keterbatasan yang ada, pengembangan organisasi bersenjata terus dilakukan. Salah satunya dengan cara melengkapi persenjataan tentara. Diantara cara yang ditempuh adalah merampas senjata-senjata baik yang dimiliki tentara Jepang ataupun yang dimiliki tentara Belanda dan Inggris. Yang saat itu telah menginjakkan kakinya di Sumatera Timur tanggal 9 Oktober 1945. Di samping itu, jalur-jalur diplomasi tetap dilakukan untuk meraih senjata penjajah.
Kedatangan tentara sekutu ke Medan telah memantik semangat juang rakyat di daerah ini. Pertempuran menjadi tak terhindarkan. Sejarah dengan cukup baik merekam berbagai macam peristiwa pertempuran di beberapa tempat seperti di Marendal, Tanjung Morawa, Tiga Panah dan beberapa daerah lainnya. Pada saat itu jelas terlihat bagimana gigihnya pejuang Indonesia mempertahankan kemerdekaan RI. Peristiwa di jalan Bali pada tanggal 13 Oktober 1945, peristiwa di Siantar Hotel tanggal 15 Oktober 1945, dan peristiwa di Matahari Hotel Berastagi pada tanggal 23 Nopember menjadi saksi dan bukti sejarah bagaimana semangat patriotisme dan pantang menyerah ditunjukkan pejuang-pejuang Indonesia. Pertempuran inilah yang kemudian dikenal dengan Palagan Medan Area.
Menyadari kuatnya ancaman tentara Sekutu, pemerintah RI akhirnya membentuk apa yang disebut dengan Tantara Keamanan Rakyat. Sejak saat ini, pasukan-pasukan besenjata yang ada segera direorganisasi sesuai dengan kebijakan pemerintah pusat. Berdasarkan instruksi Presiden, konsolidasi TKR dan penyatuan seluruh kekuatan bersenjata di dalam kesatuan komando segera dilakukan. Peyusunan kekuatan ini terlaksana dengan baik, karena pada waktu itu terjadi gencatan senjata. Tentara Republik Indonesia tentu tidak menyia-yiakan kesempatan yang cukup berharga tersebut.
Hasilnya sebagian BKR dan Badan-badan perjuangan telah terbentuk seperti : TKR Divisi V di Aceh, TKR Divisi IV di Sumatera Utara, TKR Divisi VI di Tapanuli dan TKR Divisi III di Sumatera tengah.
artikel di kutip dari : http://kodam1-bukitbarisan.mil.id/about/
Previous
Next Post »
0 Komentar