Logo kabupaten Aceh Barat

09:24
Kabupaten Aceh Barat adalah salah satu kabupaten di Provinsi Aceh, Indonesia. Sebelum pemekaran, Aceh Barat mempunyai luas wilayah 10.097.04 km² atau 1.010.466 Ha dan merupakan bagian wilayah pantai barat dan selatan kepulauan Sumatera yang membentang dari barat ke timur mulai dari kaki gunung Geurutee (perbatasan dengan Aceh Besar) sampai ke sisi Krueng Seumayam (perbatasan Aceh Selatan) dengan panjang garis pantai sejauh 250 km. Sesudah dimekarkan luas wilayah menjadi 2.927,95 km².
Promosi Logo vector
  1. Logo Vector Kota Kabupaten di Provinsi Banten
  2. Logo Vector Kota Kabupaten di Provinsi Jawa Barat
  3. Logo Vector Kota Kabupaten di Provinsi Jawa Tengah
  4. Logo Vector Kota Kabupaten di Provinsi Jawa Timur
  5. Logo Vector Kota Kabupaten di Provinsi Jogjakarta
  6. Logo Vector Kota Kabupaten di Provinsi Kalimantan Timur
  7. Logo Vector Kota Kabupaten di Provinsi Kalimantan Barat
  8. Logo Vector Kota Kabupaten di Provinsi Kalimantan Tengah
  9. Logo Vector Kota Kabupaten di Provinsi Kalimantan Selatan
  10. Logo Vector Kota Kabupaten di Provinsi Kalimantan Utara
  11. Logo Vector Kota Kabupaten di Provinsi Sulawesi Utara
  12. Logo Vector Kota Kabupaten di Provinsi Sulawesi Selatan
  13. Logo Vector Kota Kabupaten di Provinsi Sulawesi Tengah
  14. Logo Vector Kota Kabupaten di Provinsi Sulawesi Tenggara
  15. Logo Vector Kota Kabupaten di Provinsi Gorontalo 
  16. Logo Vector Kota Kabupaten di Provinsi Lampung  
  17. Logo Vector Kota Kabupaten di Provinsi Maluku Utara 
  18. Logo Vector Kota Kabupaten di Provinsi Sumatera Selatan    
Wilayah bagian barat Kerajaan Aceh Darussalam mulai dibuka dan dibangun pada abad ke-16 atas prakarsa Sultan Saidil Mukamil (Sultan Aceh yang hidup antara tahun 1588-1604), kemudian dilanjutkan oleh Sultan Iskandar Muda (Sultan Aceh yang hidup tahun 1607-1636) dengan mendatangkan orang-orang Aceh Rayeuk dan Pidie.

Daerah ramai pertama adalah di teluk Meulaboh (Pasi Karam) yang diperintah oleh seorang raja yang bergelar Teuku Keujruen Meulaboh, dan Negeri Daya (Kecamatan Jaya) yang pada akhir abad ke-15 telah berdiri sebuah kerajaan dengan rajanya adalah Sultan Salatin Alaidin Riayat Syah dengan gelar Poteu Meureuhom Daya.

Dari perkembangan selanjutnya, wilayah Aceh Barat diakhir abad ke-17 telah berkembang menjadi beberapa kerajaan kecil yang dipimpin oleh Uleebalang, yaitu : Kluang; Lamno; Kuala Lambeusoe; Kuala Daya; Kuala Unga; Babah Awe; Krueng No; Cara' Mon; Lhok Kruet; Babah Nipah; Lageun; Lhok Geulumpang; Rameue; Lhok Rigaih; Krueng Sabee; Teunom; Panga; Woyla; Bubon; Lhok Bubon; Meulaboh; Seunagan; Tripa; Seuneu'am; Tungkop; Beutong; Pameue; Teupah (Tapah); Simeulue; Salang; Leukon; Sigulai.

Lambang Daerah Kabupaten Aceh Barat ditetapkan berdasarkan Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Aceh Barat No. 12 Tahun 1976 Tanggal 26 Nopember 1976 tentang Lambang Daerah Kabupaten Daerah Tingkat II Aceh Barat dan telah mendapat pengesahan dari Menteri Dalam Negeri berdasarkan Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor Pem./10/32/46-263 Tanggal 17 Mei 1976 serta telah diundangkan dalam Lembaran Daerah Tingkat II Aceh Barat Nomor 10 Tahun 1980 Tanggal 3 Januari 1980. Lambang Kabupaten Aceh Barat mempunyai perisai berbentuk kubah mesjid yang berisi lukisan-lukisan dengan bentuk, warna dan perbandingan ukuran tertentu dan mempunyai maksud serta makna sebagai berikut :

Perisai berbentuk kubah mesjid, melambangkan ketahanan Nasional dan
kerukunan yang dijiwai oleh semangat keagamaan;
Bintang persegi lima, melambangkan falsafah negara, Pancasila;
Kupiah Meukeutop, melambangkan kepemimpinan;
Dua tangkai kiri kanan yang mengapit Kupiah Meukeutop terdiri dari
kapas, padi, kelapa dan cengkeh, melambangkan kesuburan dan kemakmuran daerah;
Rencong, melambangkan jiwa patriotik/kepahlawanan rakyat;
Kitab dan Kalam, melambangkan ilmu pengetahuan dan peradaban;
Tulisan "Aceh Barat" mengandung arti bahwa semua unsur tersebut diatas
terdapat di dalam Kabupaten Aceh Barat.
Previous
Next Post »
0 Komentar