Logo Lama Komando Daerah Udara (KODAU) IV

22:50
Request logo by Novi Alim Murdani
Berita terkait dengan Logo Lama Komando Daerah Udara (KODAU) IV
Periode Renstra Hankam II tahun 1982, yang sangat menonjol pada masa reorganisasi ABRI dimana terjadinya perubahan besar-besaran sistem garis Komando ABRI yang dalam lingkungan TNI AU terjadi perubahan Komando Utama dilanjutkan jajaran dibawahnya termasuk Lanud Hasanuddin yang saat itu menjabat sebagai Komandan Laud Hasanuddin adalah Letkol Pnb STEVEN ADAM periode 1980 – 1982 yang selanjutnya digantikan oleh Letkol Pnb DANIEL BORROH masa bhakti 1982 – 1985.

Demikian pula halnya dengan Komando Daerah Udara (KODAU) yang saat itu terdiri dari KODAU I untuk wilayah Sumatera berkedudukan di Medan, KODAU III untuk wilayah Sulawesi dan Kalimantan berkedudukan di Makassar, KODAU IV untuk wilayah Jawa Timur dan Nusa Tenggara berkedudukan di Surabaya, KODAU V untuk wilayah Jawa Barat berkedudukan di Jakarta dan KODAU VII untuk wilayah Maluku dan Irian Jaya berkedudukan di Biak, dimana masing-masing KODAU membawahi beberapa Lanud sesuai wilayahnya.Adapun Komando Utama yang dilikuidasi saat itu adalah Komando Paduan Tempur Udara (KOPATDARA) beserta jajaran dibawahnya berupa Wing Operasi 001 Lintas Udara, dengan kekuatan Skadron Udara 2, Skadron Udara 17, Skadron Udara 31 dan Skadron Teknik 021 berkedudukan di Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta, Wing Operasi 002 Tempur Taktis, dengan kekuatan Skadron Udara 3, Skadron Udara 5 dan Skadron Teknik 022 berkedudukan di Lanud Abd Saleh Malang dan Wing Operasi 004 Helikopter (Parna Sarva Artham) atau Kendaraan Serba Guna dengan kekuatan Skadron Udara 6, Skadron Udara 7, Skadron Udara 8 dan Skadron Teknik 024 berkedudukan di Lanud Atang Sanjaya Bogor.

Seluruh KODAU dan KOPATDARA dilikuidasi yang dilebur menjadi dua bagian Komando Utama yaitu KOOPSAU I untuk wilayah Indonesia Barat dipimpin seorang Panglima yang berkedudukan di Jakarta dan KOOPSAU II untuk wilayah Indonesia Timur dipimpin seorang Panglima yang berkedudukan di Makassar. Setelah Komando Utama ini operasional maka secara garis Komando, Lanud Hasanuddin dibawah pengendalian KOOPSAU II bersama beberapa Lanud lainnya mulai menatah kembali mekanisme kerja yang akan dilaksanakan menyikapi setiap permasalahan yang akan dihadapi.


Lanud Hasanuddin yang tadinya hanya sebagai Pangkalan pendukung operasi pesawat yang datang dan pergi melewati Lanud Hasanuddin, setelah
reorganisasi mendapat kepercayaan untuk menjadi Home Base dari Skadron Udara 5 Intai Strategis dengan kekuatan awal 3 buah pesawat UF 1-2 Albatross, 1 buah PC-130 Hercules dan selanjutnya digantikan dengan 3 buah pesawat Boeing 737 versi maritim. Setelah sukses mengemban dan mendukung sistem operasional Skadron Udara 5, maka pada medio 1989 didatangkan lagi satu Skadron Udara dari Lanud Iswahyudi Madiun yang selanjutnya menjadi Skadron Udara 11 dengan kekuatan awal 16 pesawat tempur A-4 Sky Hawk yang selanjutnya mendapatkan lagi 12 buah pesawat yang sama dari Skadron Udara 12 Lanud Pakanbaru dan pada akhir 2001 Pemerintah RI melalui Departemen Hankam membeli lagi 2 buah pesawat Tempur TA-4 Sky Hawk dari Negara New Zaeland, dimana pesawat tersebut dimanfaatkan untuk latihan bagi para penerbang Transisi.

Dari perkembangan yang ada maka mulai dipertimbangkan bagaimana memelihara pesawat tersebut dengan membangun satu Skadron Teknik yang diharapkan dapat memelihara pesawat yang ada di Lanud Hasanuddin. Sesuai fungsi Skadron Teknik untuk pemeliharaan tingkat sedang, maka pada tahun 1989 dibentuklah Skadron Teknik 044, juga dilakukan pemekaran Skadron 466 Paskhasau dari Satuan Setingkat Kompi (SSK) menjadi satu Skadron dan juga mengembangkan sistem penggunaan Lox Plan dari Dinas Logistik menjadi Satuan Pazam 734 dibawah kendali operasi Depo Pemeliharaan 70 Lanud Sulaeman Bandung.
Sumber : http://202.158.39.213/content.asp?contentid=3204
Previous
Next Post »
0 Komentar