Download Logo Baru Jogja Istimewa 2015 format Vector

00:13


Yogyakarta kini memiliki logo baru sebagai representasi daerah ini kepada publik. Logo dengan tulisan "JOGJA" yang berwarna merah beserta tagline "istimewa" di bawahnya tersebut dipilih oleh Gubernur DI Yogyakarta Sri Sultan HB X.

Kata "istimewa" yang ada di logo baru ini dipilih untuk mengantikan tagline "Never Ending Asia" yang sudah cukup lama dipakai. Logo dan tagline ini dipilih karena dianggap mewakili semangat baru Yogyakarta.
Download Logo Vector Jogja Istimewa 2015

"Logo 'Jogja Istimewa' ini partisipasi masyarakat dari 2.056 karya," ujar Sultan, Kamis (5/2/2015).

Sultan mengungkapkan, dengan hadirnya logo ini diharapkan dapat menjiwai seluruh warga Yogyakarta untuk menatap masa depan.

Arif, salah satu tim sebelas logo baru Jogja menuturkan, tagline "istimewa" dimasukan dalam logo baru karena mewakili Yogyakarta secara menyeluruh. Logo baru ini juga sesuai dengan arahan dari Sultan mengenai semangat baru Yogyakarta.

"Logo baru Jogja dibuat dengan model Hanacaraka. Namun bentuknya modern," tuturnya.

Sementara itu, Marzuki Kill The DJ yang juga merupakan salah seorang anggota tim sebelas logo baru Jogja mengatakan, rencananya logo Jogja ini akan dilncurkan bersama dengan Gerakan Jogja Gumbregah.

"Jogja Gumbregah itu sebuah gerakan kebudayaan yang datang dari masyarakat. Di acara launching, kita bikin pesta rakyat, sekaligus gerakan kebudayaan," ungkapnya.

Menurut dia, kata "istimewa" dimasukkan ke dalam logo baru ini karena kata tersebut diterjemahkan sebagai sesuatu yang berbeda atau lebih baik dari yang lainnya. Selain itu, "istimewa" tidak ada padanan katanya dalam bahasa Inggris.

"Karena itu logo 'Jogja Istimewa' ini yang dipilih," ucapnya.

Dia berharap, logo baru Jogja ini bisa menjadi pusaka yang nantinya menjadi warisan berharga sehingga semangat baru dan nilai-nilai yang memaknainya dapat terus dibawa hingga generasi mendatang.

"Semoga logo baru Jogja ini bisa menjadi pusaka yang dapat diwariskan pada generasi selanjutnya," pungkasnya.

Penulis    : Kontributor Yogyakarta, Wijaya Kusuma
Editor     : Caroline Damanik
Artikel dikutip dari Kompas.com
Previous
Next Post »
0 Komentar