Logo dan Bendera Negeri Sarawak - Persekutuan Tanah Melayu (Malaysia)

00:38
Lambang Sarawak
Sarawak (Jawi:سراوق) adalah salah satu negara bagian di Malaysia dan juga merupakan salah satu dari empat negara pendiri federasi Malaysia.
Sarawak terletak di barat-laut pulau Kalimantan. Sarawak adalah negara bagian terbesar di Malaysia, diikuti oleh negeri tetangganya, Sabah sebagai negara bagian terbesar kedua.
Ibukotanya ialah Kuching (populasi 458.300 jiwa) yang secara harafiah berarti pelabuhan (Cochin). Menurut sensus 2000, penduduk Sarawak berjumlah 2.809.000 jiwa. Pada 1963 tergabung dalam federasi Malaysia.
Baca Juga :
Sarawak dikuasai oleh Kesultanan Brunei pada awal abad ke-19. James Brooke diangkat menjadi gubernor Sarawak pada 24 September 1841 dan diberi gelar Rajah oleh Sultan Brunei pada 18 Ogos 1842. Brooke hanya menguasai wilayah Serawak yang paling barat, di sekitar Kuching. Ia berkuasa hingga kematiannya pada 1868. Pengganti James antara lain sepupunya, Charles Anthony Johnson Brooke, dan anak Anthoni, Charles Vyner Brooke. Wilayah yang dikuasai oleh keluarga Brooke semakin luas, dengan menguasai wilayah yang tadinya milik Brunei. Namun kenyataannya Brunei hanya menguasai sungai strategis dan benteng di kawasan pesisir, sehingga Brookes sebenarnya merampas tanah para pejuang Muslim dan suku lokal.
Bendera Sarawak
Dinasti Brooke memerintah Sarawak selama satu abad dan dijuluki "Rajah Putih", selaras dengan status Pangeran India di bawah Kekaisaran Britania. Prinsip keluarga Brooke adalah melindungi penduduk pribumi Sarawak dari kepunahan. Kaum Melayu dan Muslim setempat turut membantu pemerintahan Brookes, sedangkan Brookes mempekerjakan orang Iban dan Dayak sebagai pasukan Sarawak karena kekuatan mereka yang kuat. Mereka juga mendukung kedatangan para pedagang Tionghoa, orang Arab dan orang-orang dari India.
Jepang menyerbu Sarawak pada 1941 dan menguasainya selama Perang Dunia II berlangsung hingga pasukan Australia menguasainya pada 1945. Rajah secara resmi menyerahkan Serawak kepada Britania pada 1946, di bawah tekanan istrinya dan kalangan lain. Namun Anthony tidak mengakui kedaulatan Serawak di bawah Britania. Kaum Melayu sangat menolak upaya kekuasaan Britania terutama dengan membunuh gubernur Britania pertama.
Sarawak menjadi lokasi utama bersama Sabah, Kalimantan Utara dan Kalimantan Barat saat Konfrontasi berlangsung pada 1962 hingga 1966. Sarawak menjadi sebuah negara bagian berstatus otonomi di bawah federasi Malaysia pada 16 September 1963 walaupun sebelumnya sebagian penduduknya menolak rencana ini.

Artikel dikutip dari Wikipedia
Sumber data Vector : http://vectorise.net/
Previous
Next Post »
0 Komentar