Logo Direktorat Ajudan Jenderal Angkatan Darat (Ditajenad)

00:18
Logo Direktorat Ajudan Jenderal Angkatan Darat (Ditajenad)
Requet Logo By Novi Alim Murdani
Direktorat Ajudan Jenderal Angkatan Darat (Ditajenad) berkiprah sebagai badan pelaksana pusat TNI AD yang memiliki fungsi strategis, terutama dalam hal administrasi dan kesejahteraan moril seluruh prajurit TNI AD. Selama itu pula, Ditajenad mendukung tugas pokok Angkatan Darat demi pengabdian kepada bangsa dan negara.
Baca Juga :

Berawal pada periode perang kemerdekaan yang berlangsung antara tahun 1945 dan 1949, nama Ajudan Jenderal secara formal belum dikenal di lingkungan Angkatan Perang Republik Indonesia. Namun, dalam kurun waktu tersebut, fungsi Ajudan Jenderal telah dilaksanakan melalui berbagai kegiatan serta wadah organisasi meskipun sangat sederhana, tidak terpadu, dan belum terpusat. Selanjutnya, penyelenggaraan fungsi Ajudan Jenderal yang relatif lengkap, baru dikenal setelah terbentuknya Staf “AD? sesuai dengan penetapan Menteri Pertahanan RI No: 126/MP/1949, tanggal 10 Desember 1949. melihat ruang lingkup tugasnya, Staf “AD ? inilah yang merupakan cikal bakal Ajudan Jenderal.

Aplikasi  penyelenggaraan fungsi Ajudan Jenderal melalui wadah organisasi  Staf “ AD? terwujud melalui pembentukan organisasi dinas-dinas, mulai dari Dinas Personalia Militer, Sipil, sampai Dinas Pemeliharaan Pemakaman Tentara.

Pada situasi dan kondisi penataan serta tugas organisasi tersebut, kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), mengeluarkan surat penetapan No : TAP 300/KSAD/PNT/50, tanggal 28 Desember 1950 tentang penetapan status quo kepangkatan militer Angkatan Darat dan pemberian non register pusat atau NRP, bagi anggota TNI AD. Pada tanggal 28 Desember 1950, penyelenggaraan fungsi teknis militer  Ajudan Jenderal dianggap sangat penting. Akhirnya, tanggal tersebut setelah melalui diskusi, dipilih dan ditetapkan sebagai hari jadi Ajudan Jenderal.

Dari tahun 1950 sampai tahun 1985 lembaga Ajudan Jenderal telah mengalami perubahan-perubahan dan perkembangan. Perubahan nama dan pemisahan pun sempat terjadi. Tahun 1950-1971 bernama Direktorat Ajudan Jenderal (Ditaj). Tahun 1971 dipecah menjadi dua lembaga yaitu Induk  Administrasi AD (Inminad) dan Pusat Ajudan Jenderal (Pusaj). Tahun 1978 berubah lagi menjadi Jawatan Administrasi dan Personil TNI AD (Jaminpersad) sampai tahun 1985. Hingga pada tahun 1985 kembali menjadi Direktorat Ajudan Jenderal (Ditajen) sampai sekarang.

Ditajenad kali ini merupakan tempat pembinaan jiwa korsa menumbuhkan rasa cinta dan rasa memiliki terhadap satuan maupun Korps sebagi tempat berkarya dan mengabdi.  Juga sebagai wahana pertanggungjawaban moral atas segala kiprah dan tugas yang dilaksanakan selama ini kepada bangsa dan Negara.

Selain itu Ditajenad selalu meningkatkan kualitas kejuangan, disiplin, dan soliditas, serta profesionalisme dalam melaksanakan tugas pokok satuan dengan selalu menumbuhkan motivasi bahwa hari ini harus lebih baik dari hari kemarin dan hari esok harus lebih baik dari hari ini. Berarti segala kekurangan, kelemahan dan hambatan yang masih ditemui selama ini harus bisa dievakuasi, diperbaiki, dan disempurnakan.

Keberadaan Ditajenad selama ini dalam mendukung tugas pokok Angkatan Darat tidak terlepas dari rintisan para pendahulu Korps Ajudan Jenderal yang telah mencurahkan dedikasi dan pengabdiannya dengan meletakkan dasar yang kuat dalam membina Korps Ajudan Jenderal Angkatan Darat.
Ajenad sebagai bagian dari TNI merupakan badan pelaksana yang secara kelembagaan memiliki fungsi yang sangat penting, khususnya dibidang administrasi personel, administrasi umum, dan kesejahtraan moril untuk mendukung tugas pokok Angkatan Darat. Sebab berkaitan langsung dengan proses pengurusan administrasi seluruh prajurit AD dan Pegawai Negeri Sipil (PNS) AD, beserta keluarga.
Sumber : ditajenad.mil.id/
Previous
Next Post »
0 Komentar